CINTA YANG AGUNG
Kahlil Gibran
Adalah ketika kamu menitikkan air mata & MASIH peduli terhadapnya
Adalah ketika dia tidak mempedulikan & kamu MASIH menunggunya dengan setia
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain & kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata “Aku turut berbahagia untukmu”
Apabila cinta tidak berhasil BEBASKAN dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya & terbang ke alam bebas LAGI
Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan CINTA & kehilangannya
Tapi ketika cinta itu mati, kamu TIDAK perlu mati bersamanya
MENCINTAI…
BUKANLAH bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN BUKANLAH bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu MENGERTI
BUKANLAH apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu RASAKAN
BUKANLAH bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu BERTAHAN
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG
Hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang,
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang,
BUKAN karena orang itu tidak mencintai kita
MELAINKAN karena kita menyadari, bahwa dia akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia
Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai
Melainkan BERJUANGLAH demi cintamu …Itulah CINTA SEJATI
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan…
DARIPADA berjalan bersama orang “yang tersedia”
Kadangkala orang yang kamu cintai, adalah orang yang PALING menyakiti hatimu
Dan kadangkala teman yang menangis bersamamu, adalah… CINTA YANG TIDAK KAMU SADARI KEBERADAANNYA
Cinta adalah sebuah lingkaran setan yang dipenuhi oleh malaikat
Cinta adalah sebuah ketidaksengajaan yang diciptakan semesta
Cinta adalah sesuatu yang akan kamu dapatkan ketika kamu layak mendapatkannya
Berjuang demi cinta bukan berarti mencari & mengemis cinta
Ingatlah bahwasanya diluar sana masih banyak yang akan memberimu cinta tanpa harus kau minta
Cinta selalu tak akan pernah bisa diungkapkan dengan apapun yang sesuai dengan kehendak kita karena bahasa cinta adalah bahasa yang abstrak
Bahasa yang hanya akan bisa dimengerti oleh mereka yang peka & mengenal apa itu cinta
Jumat, November 06, 2009
Kamis, Oktober 29, 2009
Jumat, Oktober 23, 2009
Ketika....
Ketika Tangan dan Kaki Berkata,
Alm. Chrisye
Akan datang hari mulut dikunci, kata tak ada lagi.
Akan tiba masa tak ada suara, dari mulut kita.
Berkata tangan kita tentang apa yang dilakukannya.
Berkata kaki kita ke mana saja ia melangkahnya.
Tidak tahu kita bila harinya, tanggung jawab tiba.
Rabbana, tangan kami… kaki kami… mulut kami… mata hati kami…..Luruskanlah… kukuhkanlah… di jalan cahaya sempurna.
Mohon karunia kepada kami hamba-Mu yang hina
kenang-kenangan saat sosialisasi EEI bersama Ibu Uki, ASBDP (Budaya Perusahaan) dikantor yang sudah purna bakti per Oktober ini, kembali mengingatkan kita bahwa apapun yang kita lakukan selama didunia ini dengan segala tujuannya pada akhirnya bermuara kepadaNya.
memaknai kata demi kata untuk mengingat kembali betapa singkatnya hidup ini, masa persinggahan untuk mencari bekal kelak dikehidupan yang sesungguhnya, kembali memberikan pencerahan tentang makna ketaqwaan. Membuat saya bertanya untuk apa saya diciptakan, apa tujuannya & bagaimana cara mencapainya ??
Betapa rapuhnya jiwa dalam menjaga hati untuk selalu istiqomah lurus di jalanNya, bukankah Allah akan selalu menguji setiap umatNya baik dengan kebahagaiaan ataupun dengan kesedihan, bagaimana meyakini bahwa segala ujian itu adalah ukuran bagi sempurna atau tidaknya iman seseorang.
Semoga air mata yang jatuh saat mendengar lagu ini bukan "effek sesaat" dari denting nada yang melankolis...
CMIIW yaaah :)
Alm. Chrisye
Akan datang hari mulut dikunci, kata tak ada lagi.
Akan tiba masa tak ada suara, dari mulut kita.
Berkata tangan kita tentang apa yang dilakukannya.
Berkata kaki kita ke mana saja ia melangkahnya.
Tidak tahu kita bila harinya, tanggung jawab tiba.
Rabbana, tangan kami… kaki kami… mulut kami… mata hati kami…..Luruskanlah… kukuhkanlah… di jalan cahaya sempurna.
Mohon karunia kepada kami hamba-Mu yang hina
kenang-kenangan saat sosialisasi EEI bersama Ibu Uki, ASBDP (Budaya Perusahaan) dikantor yang sudah purna bakti per Oktober ini, kembali mengingatkan kita bahwa apapun yang kita lakukan selama didunia ini dengan segala tujuannya pada akhirnya bermuara kepadaNya.
memaknai kata demi kata untuk mengingat kembali betapa singkatnya hidup ini, masa persinggahan untuk mencari bekal kelak dikehidupan yang sesungguhnya, kembali memberikan pencerahan tentang makna ketaqwaan. Membuat saya bertanya untuk apa saya diciptakan, apa tujuannya & bagaimana cara mencapainya ??
Betapa rapuhnya jiwa dalam menjaga hati untuk selalu istiqomah lurus di jalanNya, bukankah Allah akan selalu menguji setiap umatNya baik dengan kebahagaiaan ataupun dengan kesedihan, bagaimana meyakini bahwa segala ujian itu adalah ukuran bagi sempurna atau tidaknya iman seseorang.
Semoga air mata yang jatuh saat mendengar lagu ini bukan "effek sesaat" dari denting nada yang melankolis...
CMIIW yaaah :)
Senin, September 28, 2009
1 Syawal 1430 H
Ramadhan t'lah berlalu,
saat hati masih merindu
Haus pahala dalam lautan anugerahMu
Lapar berkah dipadang ampunanMu
Sampaikan usiaku Yaa Rabb,
‘tuk nikmati kembali ramadhanMu
Senja kan tiba saat surya tunaikan tugasnya
Sambut syawal yang siap tebar harumnya
Membuai hati setiap insan
Yang merekah penuh kemenangan
Suara takbir bergema merasuk sukma
Layangkan fikir teringat segala dosa
Saat hati ini bermuka dua
Saat lisan ini tak terjaga
Adakah maaf tersambut ikhlas
Menghapus khilaf tanpa bekas
Meleburkan semua salah tak terpilah
Mensucikan hati hingga kembali Fitri
Taqabalallahu minna wa minkum
Shiamana wa shiamakum
Taqabbal Yaa Kariim
Selamat Lebaran,
Mohon maaf atas segala kesalahan
saat hati masih merindu
Haus pahala dalam lautan anugerahMu
Lapar berkah dipadang ampunanMu
Sampaikan usiaku Yaa Rabb,
‘tuk nikmati kembali ramadhanMu
Senja kan tiba saat surya tunaikan tugasnya
Sambut syawal yang siap tebar harumnya
Membuai hati setiap insan
Yang merekah penuh kemenangan
Suara takbir bergema merasuk sukma
Layangkan fikir teringat segala dosa
Saat hati ini bermuka dua
Saat lisan ini tak terjaga
Adakah maaf tersambut ikhlas
Menghapus khilaf tanpa bekas
Meleburkan semua salah tak terpilah
Mensucikan hati hingga kembali Fitri
Taqabalallahu minna wa minkum
Shiamana wa shiamakum
Taqabbal Yaa Kariim
Selamat Lebaran,
Mohon maaf atas segala kesalahan
Langganan:
Postingan (Atom)





